Cerita Sex Hot Ipar Binal

Ipar Binal

Cerita Sex Hot | Sebut saja namanya Diah, adik iparku yang dititipkan dirumahku oleh orang tuanya karena
Diah sedang megikuti kursus dan jarak antara ruah dan kursusnya jauh banget dan lebih
dekat dengan rumahku maka orang tuanya memutuskan agar Diah tingga dirumahku. Diah adalah
adik dari Rena yang aku nikahin 5 tahun yang lalu. Namun Diah yang sekarang sudah dewasa
aku lihat lebih cantik dan lebih seksi dari kakanya Rena.

Cerita Sex Hot Ipar Binal
Dan setelah Diah tinggal dirumahku aku mempunyai tugas tersendiri yaitu dengan
mengantarnya setiap kali Diah berangkat kursus. Hingga lama-lama aku mendapatkan getaran
kusus dari dalam hatiku, nmaun aku mencoba menahannya hingga Diah lulus kursus.
Mungkin karena nasib baik atau memang wajah Diah cukup cantik, tidak sampai seminggi, Diah
mendapat tawaran pekerjaan sebagai pelayan toko yang cukup bonafide denga pembagian kerja,
seminggu bagian pagi dan seminggu kebagian malam, demikian silih berganti. dan kalau
kebagian kerja malam, aku bertugas untuk menjemputnya, biasanya toko tutup pukul 21.00 dan
pegawai baru bisa pulang sekitar 21.30. Perjalanan dari toko ke rumah tidak begitu jauh,
bisanya ditempuh sekitar 30 menitan.
Diah anaknya manja, mungkin karena bungsu, setiap kali di bonceng motor, apalagi kalo
malam pulang kerja, dia akan memelukku dengan erat, mungkin juga karena hawa malam yang
dingin. Entah sengaja atau tidak, payudaranya yang sudah cukup besar akan menempel di
punggungku. Hal ini selalu terjadi setiap kali aku menjemput Diah pulang kerja malam, tapi
yang heran, kelihatannya Diah tidak ada rasa bersalah ataupun rikuh sedikitpun setiap kali
payudara nempel di punggungku, mungkin dianggapnya hal ini suatu konsekuensi logis bila
berboncengan naik motor. Akulah yang sering berhayal yang tidak-tidak, seringkali dengan
sengaja motor kukemudikan dengan kecepatan rendah, kadangkala sengaja mencari jalan yang
memutar agar bisa merasakan gesekan-gesekan nikmat di punggungku lebih lama.
Pada suatu malam, seperti biasanya Aku menjemput Diah pulang kerja malem, sampai rumah
sekitar pukul 22.15 dan seperti biasanya istriku yang membukakan pintu. Setelah membukakan
pintu istriku akan kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur. Malam itu aku tidak langsung
tidur, aku ke dapur, memanaskan air untuk membuat kopi karena berniat untuk menonton
pertandinga sepak bola di TV, kalau tidak salah saat itu kesebelasan paforitku main,
Brazil. Saat aku keluar dari dapur, secara bersamaan Diah juga keluar dari kamar mandi,
sehingga kami sama berada di lorong depan kamar mandi, entah apa penyebabnya, malam itu
kami sama-sama berhenti dan saling pandang tanpa sepatah katapun keluar dari mulut kami
masing-masing.
Tiba-tiba ada suatu dorongan, secara cepat aku rangkul dan aku kecup bibirnya selama
beberapa detik. Setelah itu Diah melepaskan diri dari rangkulanku dan dengan tergesa masuk
ke kamarnya. Aku kembali ke ruang tengah untuk melihat pertandingan bola, tapi perasaanku
kacau, tidak konsen pada acara di TV. Saat itu ada perasaan takut menghantuiku, takut Diah
ngadu ke istriku, bisa-bisa perang dunia ke tiga.

Kunjungi Juga CeritaSexTerbaru.Net

Saat pikiranku kacau, aku dikejutkan suara peluit dari dapur yang menandakan air telah
mendidih, bergegas aku ke dapur untuk membuat kopi. Kembali aku keruang tengan sambil
membawa secangkir kopi yang nikmat sekali, tetapi tetap saja pikiranku kacau. kok bisa-
bisanya tadi aku mengecup bibir Diah??????
Dalam kegalauan perasaanku, kembali dikejutkan dengan suara lonceng yang menunjukkan pukul
23.30. Saat itu aku melihat kamar Diah lampunya masih nyala, yang menandakan penghuninya
belum tidur, karena aku tau Diah selalu mematikan lampunya apabila tidur. Terpikirkan
olehku, harus memastikan bahwa Diah tidak marah oleh ulahku tadi dan berharap istriku
tidak sampai tau insiden tersebut.
Dengan pelahan, aku buka kamarku untuk melihat istriku, ternyata dia sudah pulas,
tergambar dari dengkurannya yang halus disertasi helaan nafar yang teratur. Dengan pelahan
kututup kembali pintu kamar dan secara pelahan pula kubuka pegangan pintu kamar Diah,
ternyata tidak dikunci, pelahan tapi pasti pintu kubuka dan kudapati Diah duduk di atas
tempat tidur sambil memeluk bantal menghadap tembok. Perlahan aku dekati, tiba-tiba Diah
menoleh kearahku, kulihat matanya merah berkaca-kaca, aku bertambah khawatir, Diah pasti
marah dengan kelakuanku tadi. Diluar dugaan, Diah berdiri mendekatiku dan tiba-tiba
memelukku dengan erat sambil kembali menangis lirih. Tambah bingung aku dibuatnya,
kemudian utnuk memastikan apa yang terjadi sebenarnya, dengan pelahan dan hati-hati aku
raih mukanya dan aku tengadahkan.

Kunjungi Juga CeritaSexTerbaru.ORG

“Kamu marah?”, pertanyaan konyol tiba-tiba keluar dari mulutku. Tanpa kata-kata, Diah
menjawab dengan gelengan kepala sambil tajam menatapku. Kami beradu pandang, dan entah
dorongan dari mana, secara pelahan kudekatkan bibirku ke bibirnya, ketika tidak ada usaha
tolakan dari Diah, dengan lembut kembali kukecup bibirnya. Setelah beberapa lama, terasa
ada reaksi dari Diah, rupanya dia juga menikmati kecupan tersebut. Akhirnya kecupan ini
berlangsung lebih lama dan kami saling memeluk dengan erat, saling mengeluarkan emosi yang
kami sendiri tidak tau bagaimana menggambarkannya. Tetapi kemesraan ini harus segera
diakhiri, sebelum dipergoki oleh isi rumah yang lain, terutama istriku. Segera aku keluar
kamar, kembali keruang tengah untuk melanjutkan melihat sepak bola yang ternyata sudah
berakhir dengan skor yang tidak aku ketahui. Akhirnya TV kumatikan dan aku masuk kekamarku
untuk tidur dengan perasaan yang sangat bahagia.
Hubungan kami tambah erat dan tambah mesra, setiapkali ada kesempatan kejadian malam itu
selalu kami ulangi, dan tentunyanya makin hari kualitasnya makin bertambah mesra.

Suatu hari, aku pulang kerja lebih awal dan kudapati di rumah hanya ada adikku Diah dan
pembantu. Pembantuku anak perempuan lulusan SMP yang tidak melanjutkan sekolah karena
biaya, rumahnya tidak jauh dari rumahku, jadi pagi-pagi datang dan sore hari pulang. Badan
pembantuku termasuk bongsor, kulitnya sawo matang dengan muka yang cukup manis untuk
ukuran pembantu.
Kembali kepokok cerita, rupanya istriku sedang pergi dengan ke 2 anakku, berdasarkan surat
yang diditipkan ke Diah, sedang berkunjung ketempat Tante yang katanya sedang mengadakan
syukuran.
Seperti biasanya, sore itu sekitar pk 16.00 pembantuku ijin pulang, maka tinggallah kami
berdua, aku dan Diah, sementara istri dan anak-anakku masih dirumah tante. Cerita Mesum
Perawan

Tanpa dikomando, rupanya kami sama-sama memendam kerinduan, sepeninggal pembantu, setelah
pintu depan dikunci, kami saling berpelukan dengan erar dan berpagutan untuk menumpahkan
perasaan masing-masing. Setelah beberapa lama kami berpagutan sambil berdiri, secara
perlahan aku menuntun Diah sambil masih berpelukan ke arah kamar dan melanjutkan
pergulatan di atas tempat tidur.
bibir kami saling berpagutan sambil saling sedot dan saling menggelitik menggunakan lidah,
tanganku mencoba meraba payudaranya dari balik kaos yang dipakai, rupanya ulahku sangat
mengejutkan, sssttttt…….. sssttt …. sssstttt, terdengar erangan seperti orang kepedasan
pada saat aku permainkan putingnya.Cerita Sex Hot

Aku tambah agresip, kuangkat kaos yang dipakainya, telihatlah payudaranya yang masih
ditutupi beha tipis, dengan tergesa aku singkap beha-nya dan dengan rakus aku kecup dan
aku permainkan dengan lidah putingnya.

Akibatnya sangat luar biasa, ssstttt ….. ooohhh….. uuuhh ….ssstttt ,,, demikian rintihan
panjang Diah, hal ini terjadi karena belum pernah ada laki-laki yang menjamah, ternyata
akulah laki-laki pertama yang mencium bibirnya dan pembermainkan payudaranya.

Pakaian kami makin awut-awutan, aku berharap istriku tidak pulang cepat. kami melanjutkan
kemesaraan, kali ini aku kembali mencium bibirnya sambil meremas-remas payudara dan
sesekali mempermainkan putingnya. kali ini aku memesrai Diah sambil menindih badannya,
perlahan tapi pasti aku berusaha menggesekkan adik kecilku yang sudah sangat keras ke
kemaluannya yang rupanya juga sudah mulai lembab.
Kembali terdengar eranga-erangan nikmat, ssssttt ……… uuuhhh ….. ooohhhh ……uuuh.
Bibir dengan cekatan menyedot payudaranya silih berganti sambil menggesekkan adik kecilku
yang sudah sangat keras ke kemaluannya, kami masih sama-sama pakai baju. Diah pakai
bawahan dan kaos, aku masih memakai pakain kerja.

Aku makin bernafsu, aku singkap bawahan Diah sehingga nampak celana dalamnya yang sudah
lembab kemudian kembali aku gesek-gesekan adik kecilku sambi tidak henti-hentinya mengecup
payudara dan mempermainkan putingnya.

Erangan-erangan panjang kembali terdengan dan tiba-tiba Diah memeluku dengan sangat erat
dan terdengar erangan panjang uuuuhhhh………….. uuuuuuuuhhhh……. uuuuuuhhhhhhh…..
aduuuuuuuuhh……. rupanya Diah mengalami orgasme, mungkin ini adalah orgasme yang pertama
yang pernah dialaminya. Lama-lama cengekeraman Diah makin mengendur dan lepas seiiring
dengan selesainya orgasme tadi. Aku???? belum tersalurkan, tapi merasakan kebahagiaanya
yang amat sangat karena telah berhasil membuat Diah yang sangat kusayang bisa mendapatkan
orgasme yang ternyata baru dialami saat itu dan merupakan orgasme yang pertama.
Sejak kejadian itu, maksudnya sejak Diah mendapatkan orgasme yang pertama, kami selalu
mencari-cari kesempatan untuk mengulanginya. Tetapi kesempatannya tidak mudah, karena kami
tidak mau menanggung resiko sampai kepergok oleh istriku.

Pada suatu malam, sekitar pukul 23.00, saat aku berada dalam kamar bersama istriku,
terdengar suara pintu kamar sebelah terbuka, dan terdengar langkah-langkah halus menuju
kamar mandi, aku dapat menebak dengan pasti bahwa itu adalah Diah yang ada keperluan ke
kamar mandi, kuperhatikan istriku sudah tertidur dengan nyenyak yang ditandai dengan
dengkuran halus yang teratur.

Dengan sangat hati-hati, aku buka pintu kamar sehalus mungkin dengan harapan tidak ada
suara yang dapat menyebabkan istriku terbangun, lalu dengan perlahan pula pintu kututup
kembali dan secara pelahan aku menuju lorong yang menghubungkan ke kamar mandi. Aku
berdiri di lorong sambil memperhatikan pintu kamarku bagian bawah, kalau-kalau ada
lintasan bayangan yang menandakan istriku bangun, sementara telingaku tidak lepas
mendengarkan apa yang terjadi di kamar mandi.

Tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, dan benar dugaanku, Diah keluar dari kamar
mandi dengan memakai baju tidur warna kuning kesukaannya. Baju tidur yang dipakai adalah
model terusan dengan bukaan di bagian dada dan bagian bawah sebatas lutut.Cerita Sex Hot

“Ngapain berdiri di situ” tegur Diah memecah kesunyian, “Nungguin kamu” jawabku. Tanpa
dikomando, kuraih lengannya dan wajah kami saling mendekat, tak ayal lagi kami berpagutan
melampiaskan kerinduan kami. Beberapa saat kemudian kami melepaskan pagutan sambil
tersengal.

“Diah pengen …” bisiknya lirih di telingaku. Aku maklum apa yang diinginkan Diah, kembali
kukecup bibirnya sambil kuremas halus payudaranya, rupanya Diah kali ini tidak memakai
beha. Aku buka satu kancing baju tidurnya, dan nongolah payudaranya yang putih disertai
tonjolan coklat kemerahan. Tak ayal lagi, bibirku berpindah ke payudaranya dengan disertai
sedotan dan gigitan-gigitan lembut pada tonjolan halus yang coklat kemerahan itu.

” Sssstttttt …… uuuhh” terdengar desahan-desahan halus, menandakan Diah mulai terangsang.
Tanganku turun, meraba pinggang, terus turun lagi, lagi dan sampailah kegundukan di bawah
pusar, kuusap halus sambil kadang meremas sampai jari tengahku menemui lekukan di balik
baju tidur dan celana dalam. ” uuuhhh …. uuuhhh ” rupanya rabaan itu menambah rangsangan.

“A, pengen ….” kembali bisikan lirih di telingaku, kemudian aku jongkok sehingga kemaluan
Diah tepat di mukaku, Kuangkat rok baju tidur, terlihat celana dalam warna putih yang
tipis dan agak lembab, dengan bernafsu aku mulai menjilati kemaluan Diah yang masih
dibungkus celana dalam. ” uuuhhh ….ssstttt ….. uuhhuu” kembali terdengar erangan-erangan
kenikmatan yang menambah nafsuku makin bergejolak.

Kucoba menyingkap celana dalamnya, terlihatlah gumpalah daging yang ditumbuhi bulu-bulu
halus. Untuk pertama kali aku melihat langsung kemaluan Diah, aroma khas mulai tercium,
tanpa membuang waktu aku mulai mencium gundukan daging yang sangat menimbulkan minat itu,
sampai akhirnya aku menemukan lekukan yang lembab berwarna kemerah-merahan. Aku makin
semangat menjilat-jilat lekukan yang sudah sangat lembab itu. “uuhhh ….. aaahhhhh ….sssttt
…. uuuhhhhh” suara erangan makin keras dan terasa rambutku dipegang dengan keras dengan
gerakan menekan. Hal ini semakin membuat nafsuku berkobar-kobar dan makin inten lidahku
menjilati lekukan itu, keluar – masuk, ke kiri – kana, ke atas – bawah, demikian berulang
ulang sampai pada suatu saat terasa jambakan pada rambutku makin keras disertai himpitan
kaki dikepalaku.

“Uuuuuuuuhhhhhhh ….. aaaaaahhhhhhh ….. uuuuhhhhh” terdengan erangan panjang disertai
keluarya cairan yang cukup banyak membasahi mulut dan mukaku. Mukaku terasa dihimpit keras
sekali sampai-sampai kesulitan untuk bernafas.

Baca JUga Cerita Seks Diatas Sofa

“Uuuhhhhhhhhhhh …. aaahhhhhhhhhh” kembali erangan panjang terdengar disertai dengan
himpitan dan gerataran yang khas, menandakan orgasme telah dicapai oleh Diah disertai
semprotan cairan yang cukup banyak membasahi mukaku. Aku peluk dengan kuat kakinya
disertai himpitan dan tekanan mukaku ke kemaluan Diah, karena aku maklum hal seperti
inilah yang diinginkan wanita pada saat mencapai puncak orgasmenya.

Beberapa lama kemudian, mulai mengendur himpitan pada mukaku, sampai akhirnya tenang
kembali. Aku berdiri dan ku peluk Diah dengan mesra “Terima kasih ya A” terdengar bisikan
di telingaku.

Kejadian-kejadian ini terus kami ulangi kalau ada kesempatan, tapi karena niatku yang
tidak ingin merusak adiku sendiri, sampai akhirnya Diah menemukan jodoh dan menikah masih
dalam keadaan perawan. Demikian sebagian pengalamanku dengan adik iparku yang cantik. – Cerita Sex, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas, Cerita Seks, Cerita Hot, Cerita Ngentot, Cerita Bokep, Kisah Sex.